Lewati ke konten utama

Logika Perhitungan Jam Lembur

Sistem Fingerspot.io menyediakan fleksibilitas dalam menghitung jam lembur karyawan, baik melalui Lembur Berbasis Pengajuan (SPKL) maupun Lembur Otomatis Berbasis Jam Scan.


1. Perbandingan Model Perhitungan Lembur​

FiturModel Pengajuan (SPKL)Model Lembur Otomatis
Pemicu LemburForm permohonan disetujui atasan.Kelebihan jam kerja langsung dari scan log.
Kesesuaian JamJam lembur diakui maksimal sesuai jam yang disetujui pada SPKL.Seluruh kelebihan jam setelah jam pulang shift dihitung otomatis.
Kontrol AnggaranSangat ketat, mencegah lembur liar tanpa izin.Cocok untuk operasional pabrik dengan jam kerja fleksibel.
Batas Minimal LemburMengikuti form pengajuan.Diatur di Aturan Lembur (contoh: minimal 30 menit).

2. Aturan Pembulatan Lembur (Overtime Rounding)​

Pada menu Aturan > Tipe Lembur, Anda dapat mengonfigurasi:

  • Minimal Menit Lembur: Contoh: jika diset 30 menit, maka kelebihan kerja 20 menit tidak akan dihitung sebagai lembur.
  • Kelipatan Pembulatan: Contoh: pembulatan ke bawah per 30 menit. Karyawan lembur 75 menit akan dihitung 60 menit (2 × 30 menit).
  • Lembur Hari Kerja vs Hari Libur: Penggandaan tarif jam lembur (Depnaker 1.5x jam pertama, 2x jam berikutnya) dapat disesuaikan pada laporan penggajian.